bersabarlah
TEMPAT PENUH KENANGAN -
Aku tinggal di Jakarta Barat, tempat yang sangat indah, namun sekarang menjadi sebuah kenangan, pada suatu saat, saudaraku memulai aksinya, dia tidak menyukai apa yang aku lakukan lalu pada suatu saat dia menyeruku “Eh, kamu jangan diam aje tinggal di sini , banyak yang kudu kamu kerjain”, “iye,om” akupun menjawab, setiap hari aku harus mendengarkan dan lakukan apapun yang dia katakan, walaupun bagiku itu tidak pantas yang ia katakan kepadaku dan adik-adikku, bahkan menyakitkan hati keluarga kecilku.
Memang ditempat yang aku tinggali adalah milik Bersama, ada neneku dan dalam 1 rumah ada 4 keluarga, setiap harinya mengundang kejadian-kejadian yang begitu mengharukan dan meyedihkan.
Malam mejelang pagi hari, sewaktu-waktu aku ingin menyapu halaman luar, mamah ku sedang duduk manis sambil meyeruput teh manis, dan om ku baru saja pulang dari kerjanya, lalu dia langsung berkata “kamu udeh saya bilang jangan uncang-uncang kaki, bersihin noh toilet, kotor begitu, masa iya saya yang bersihkan? " dan akupun haya diam menanggapi itu, tak sengaja mamah ku mendengarnya, kejadian yang tidak diinginkan akhirnya terjadi, om ku dan mamah ku berdebat penuh dengan emosi karena mamah ku tidak menerima apa yang omku katakan, “jangan beraninye sama anak kecil yee” mamaku megeluarkan kata-katanya, om ku “lah, emangnye kenyataan bukan ? ente enak-enakan make doang kamar mandi tapi kaga dibersihin” om ku sambil memegang rinso yang berada didalam kamar mandi, lalu aku yang sedang mengurung diri didalam kamar karena takut akan terjadi perdebatan yang begitu serius, mamah ku langsung berkata ”tapi ente ga pantes ngomong itu ke anak kecil”, lalu om ku dengan sikap yang seperti kekanak-kanakan dia langsung melempari rinso dan barang-barang yang ada di kamar mandi kedepan wajah mamah ku, hati ini pun tersayat-sayat aku hanya bisa menangis dan menangis, aku ragu untuk mengatakan “sudah ma, jangan di timpali orang yang kayak gitu” demi mamah ku aku mengatakan dengan terbata-bata, barang-barang yang ada disekeliling, dilempari oleh om ku sampai pulpenpun ia lempari, mamah ku menangis sampai tidak bisa mengatakan apa-apa, ia rela dilempari barang-barang oleh adiknya sendiri.
Pada saat itu di rumah tidak ada seorangpun, kecuali aku om ku dan juga mamah ku, setelah perdebatan terjadi aku tidak ingin mamah ku mengetahui jika aku tadi menangis setelah semuanya selesai, om ku masuk menuju kamarnya.
Kondisi rumah sangatlah kacau banyaknya barang yang bertebaran tanpa aturan dan semua itu dibersihkan oleh mamah ku dan aku, dalam kejadian ini mamah ku mengatakan “sudahlah,semuanya biar berlalu tidak ada yang harus disesali,kita hanya bisa memperbaiki diri dengan baik dan tunjukkan bahwa kita adalah orang yang baik” aku menatap wajah mamaH ku penuh dengan kesedihan yang mendalam, dan aku hanya bisa mendoa’kan supaya mama selalu tegar apapun yang terjadi dalam hidupnya, sosok yang hebat dan kuat melalui ini semua .
Dan pada saat yang berbahagia, ditempat yang sama hari demi hari aku lalui, mamah ku dan om ku sudah bersikap sediakalanya, berbicara seperti adik dan kaka yang akur, karena om ku menyadari bahwa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan, kejadian yang seperti itu tidak akan pernah aku lupakan sampai akhir hayatku
Keesokan harinya, aku mulai bermain Bersama teman-teman rumahku, saat itu aku harus melupakan pikiran
tentang pertengkaran yang begitu menyayat hati ini.
Pada
suatu hari, aku merasa bahwa teman-temanku
tidak memperhatikan ku,mereka menganggapku tidak ada, sedangkan aku berada
disekitar mereka , dan mereka mejauhi ku, aku sempat berfikir apakah aku adalah orang yang sangat tidak pantas
berteman dengan mereka? padahal aku
sudah berteman sangat lama.
Aku pun sedih, sedangkan mereka bermain dengan sangat asyik, tetapi aku tidak bisa bergabung dengan mereka, Aku merasa bosan dan aku ingin balik ke rumah ‘’maaf ya aku izin pulang’’, tetapi sama sekali tidak ada yang merespon, dan aku langsung lari menuju rumah, aku tidak menyadari bahwa air mata ini menetes begitu deras .
Setelah keesokan harinya, pada malam hari, salah satu kawanku ada yang mengajakku untuk berbicara serius, akupun bingung kenapa mereka mengajak aku untuk berbicara sesuatu? sedangkan mereka sudah tidak menganggap aku sebagai kawan mereka.
Teman ku berkata “hayu, aku dan yang lainnya ingin bicara sama kamu, udah ditungguin sama yang lain, karena kita gak mau buang-buang waktu cuman ngurusin kamu aja!” aku merasa terheran-heran, mereka tidak seperti yang biasanya, dan aku diiam .
Lalu dia membawaku ke tempat biasa kita bermain, tetapi dia menyurhku untuk menunggu ditempat itu, aku bertanya “mana anak-anak yang lain, katanye tadi mau ngobrol serius? “ dia jawab “mereka nanti pada nyusul ke sini, aku mau ke warung dulu” dia langsung lari dengan cepat.
Aku sedaritadi menunggu mereka sangat lama, akhirnya
aku memutuskan untuk kembali kerumah, setelah aku berjalan 10 langkah tiba-tiba ada sesuatu yang
keras mengenai tubuhku, seperti ada yang melempari batu, tak lama, ada banyak orang
yang melempariku dengan telur dan terigu dari arah belakang, mereka juga menyirami aku dengan air, ketika aku
memalingkan wajahku kearah belakang, dan ternyata mereka semua adalah teman-teman
ku, dengan kompak dan lantang mereka
semua teriak “Selamat Ulang Tahun Sahabat sesyurga ku”.
Aku tidak sadar jika hari ini adalah hari
ulang tahunku, karena aku memikirkan
permasalahan aku dan teman-teman ku yang ingin bicara serius.
Aku benar-benar terharu dan nangis akan kejadian hari ini, mereka membuat aku terkejut dan kagum, bahwa pertemanan itu saling menghargai satu sama lain.
Aku dengan keadaan baju yang basah karena disirami air, cangkang telur yang merajalela di bajuku dan terigu yang membuat ku susah untuk berkedip dan aku teriak dengan berucap “terimakasih semuanya semoga kalian sehat selalu”.
Dari kisah ini kita simpulkan bahwa kita harus
bersabar dalam hal apapun, banyak orang yang sayang sama kita dan jika kesusahan
pasti ada kemudahan.
Jangan lupa bahagia
Sampai jumpa cerita selanjutnya 👋


Komentar
Posting Komentar